Lha kok jadi tertarik mbahas politik yah ? hehe
5 tahun yg lalu saya sangat membenci politikus (sampai sekarang juga sih,
) dan politik, saya sangat berterima kasih karena 4 tahun yg lalu seorang teman menyadarkan saya tentang arti pentingnya politik (yg baik tentunya), karena mau tidak mau suka tidak suka kita ada didalam lingkaran yg namanya politik entah itu aktif ataupun aktif, jadi lebih baik kita ikut berpolitik secara aktif, minimal untuk kita sendiri dan keluarga.
menjelang pemilu 2009 para politisi pada turun gunung menebar pesona dengan tujuan yg sama, menarik dukungan sebesar besarnya dari siapapun yg punya KTP indonesia, ada topik yg selalu menggelitik saya yg sering muncul di tv, partai agamis dan nasionalis !!! saya heran apa tho masalahnya ? kenapa Agamis dan Nasionalis harus berada di 2 tepi sungai yg berbeda ?
mari sejenak kita tengok masing masing figur tokoh yg diagungkan,
–> Nasionalis, tokoh dunianya kok saya gak bisa kasih contoh yah ? mungkin hercules, superman, son goku dan tokoh2 superhero lain di indonesia ketika kita bicara nasionalis selalu meruncing ke Soekarno dan selalu Soekarno,
–> Agamis, tokoh dunianya jelas untuk masing masing agama, di Islam tentunya adalah Rosulullah Muhammad SAW, di indonesia ada ,M. Natsir, KH Hasyim Asy’arie, KH Wahid Hasjim, Syafrudin Prawiranegara,
mari sedikit menoleh ke belakang tntang siapa dalang kemerdekaann RI, jawabanya adalah bukan Nasionalis dan bukan juga Agamis tapi adalah gabungan dari keduanya, negara ini merdeka karena para pejuangnya adalah orang orang yg nasionalis dan agamis yg nasionalis, maka sebaik baiknya politikus yg harus kita pilih adalah Nasionalis yg Agamis atau Agamis yg Nasionalis, gampang khan ?
Islam sering dianggap ancaman bagi para nasionalis, padahal para nasionalis ini kebanyakan orang islam,
, padahal diislam, cinta tanah air (nasionalis) adalah sebagian dari iman yg artinya orang Islam yg tidak nasionalis tidaklah lengkap imannya, aneh yah ? mari kembali kita dekatkan urusan dunia dan akhirat sesuai dengan porsinya masing masing (bekerjalah seperti besok kamu tidak makan dan beribadalah seperti besok kamu akan mati) para kyai monggo berpolitik (tapi yah harus blajar politik juga, jangan hanya hafal ayat ayat Al-Qur’an tanpa ngerti maknanya) para nasionalis monggo mendekatkan diri ke agamanya (biar ngerti agama jangan hanya pancasila yg adalah simbol negara bukan pribadi) dan bersama sama membangun negeri ini agar menjadi negara yg mawaddah wa rohma
gitu saja kok repot (bukan brarti saya penggemar Gus Dur lho)